Bagian paling penting di adonan butter cake adalahketika telur dimasukkan. Umumnya yang terjadi adalah adonan mentega menjadi pecahserta berair, dan terpisah antara bahan padat dan cairan telurnya. Ini terjadi jika telur dimasukkan terlalu banyak, atau ketika satu telur belum tercampur baik dengan adonan namun telah dimasukkan  telur berikutnya. Jika sudah terjadi seperti ini akan susah diperbaiki, walau dikocok terus menerus maka adonan tidak akan menyatu. Namun ketika dipanggang sebenarnya cake tetap akan mengembang dengan baik. Supaya rasanya tidak dominan hanya tape, serta agar warnanya lebih hijau cantik, maka saya tidak hanya mengandalkan hijaunya tape ketan tetapi dengan menggunakan beberapa tetes pasta pandan. Adonan cake kemudian saya kukus, namun jika anda hendak memanggangnya maka gunakan suhu 170'C, api atas dan bawah. Hasilnya adalah cake dengan tekstur lembut dan moist, dan selayaknya cake dengan kandungan butter tinggi umumnya, maka cenderung sedikit padat. Berbeda dengan sponge cake yang lebih berpori. Jadi jika anda menginginkan cake dengan tekstur lebih mengembang, berpori-pori banyak maka bukan resep ini yang seharusnya anda gunakan.Â
Secara over all membuat cake tape pandan kukus ini sangat mudah dan mungkin bisa menjadi pilihan mengolah tape ketan hijau (bisa menggunakan ketan hitam juga tapi skip pasta pandan dari resep).
- 50 gram tepung maizena
- 250 gram gula pasir
- 300 gram tape ketan hijau (tiriskan dari airnya)
Siapkan sebuah loyang bundt (lubang di tengah), olesi dengan margarine dan taburi tepung secara merata. Balikkan loyang dan ketukkan untuk membuang kelebihan tepung. Sisihkan. Â
Siapkan wadah, masukkan bahan A, aduk rata. Sisihkan.Â
Siapkan mangkuk mikser, masukkan margarine atau mentega dan gula pasir. Kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur dengan baik, kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi dan kocok hingga adonan mentega menjadi lembut, mengembang, berwarna kuning  pucat (itu jika anda menggunakan margarine). Jika anda menggunakan mentega maka warnanya akan berubah menjadi putih
Kocok hingga teksturnya mengembang dua kali lipat dan sangat lembut. Jika menggunakan mikser tangan kurleb sekitar 10 - 15 menit, tetapi ingat waktu yang saya berikan hanya sebagai perkiraan saja, karena tipe mikser yang berbeda kecepatan dan waktu mengocok pun juga akan berbeda. Jadi perhatikan dengan baik tekstur adonan yang terbentuk.Â
Tuangkan adonan ke loyang yang telah disiapkan. Kukus di dandang yang sudah dipanaskan sebelumnya hingga mendidih. Gunakan api kecil agar permukaan cake tidak merekah, bungkus tutup dandang dengan kain yang mampu menyerap air. Kukus selama kurang lebih 50 menit.Â
Tips : Pakai dandang yang cukup besar agar air di dandang tidak loncat ke permukaan cake ketika proses pengukusan. Air yang meloncat membuat permukaan cake menjadi basah. Jangan mengukus berlebihan karena bisa membuat cake mengkerut dan menciut saat keluar dari kukusan.Â
Potong-potong cake sesuai selera. Yummy!Â
0 komentar :
Posting Komentar